Cyberbullying adalah tindakan perundungan atau bullying yang dilakukan melalui media digital, seperti media sosial, chat, game online, atau platform lainnya.
CONTOHNYA :
1. Menghina atau mengejek di kolom komentar
2. Menyebarkan foto/video tanpa izin
3. Mengirim pesan ancaman
4. Membuat akun palsu untuk menjatuhkan
5. Body shaming lewat DM atau grup chat
6. Membuat akun palsu untuk menjelekkan orang lain
Dampak cyber bullying tidak boleh dianggap remeh. Banyak korban mengalami gangguan emosional seperti stres, kecemasan, bahkan depresi. Beberapa korban merasa malu, takut, dan kehilangan rasa percaya diri. Dalam kasus yang lebih serius, cyber bullying dapat memengaruhi prestasi belajar, hubungan sosial, dan kesehatan mental korban. Korban bisa menarik diri dari lingkungan pergaulan, enggan menggunakan media sosial, bahkan takut pergi ke sekolah.
Selain itu, jejak digital sulit dihapus sepenuhnya. Sekali konten tersebar, sangat sulit untuk mengendalikannya kembali. Inilah yang membuat cyber bullying terasa lebih “menekan” dibandingkan bullying biasa.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan cyber bullying sering terjadi, terutama di kalangan remaja:
1.Kurangnya empati terhadap orang lain.
2.Keinginan mencari perhatian atau pengakuan.
3.Pengaruh lingkungan pertemanan.
4.Merasa aman karena identitas samaran
Sebagian pelaku mungkin menganggap tindakan mereka hanya bercanda. Padahal, tidak semua orang memiliki daya tahan mental yang sama. Apa yang dianggap lucu oleh pelaku bisa menjadi luka bagi korban.
Cara Mencegah Cyber Bullying
- Berpikir sebelum memposting atau berkomentar.
- Tidak ikut menyebarkan konten yang merugikan orang lain.
- Mengatur privasi akun media sosial dengan baik.
- Melaporkan akun atau konten yang bersifat merundung.
- Mendukung korban dan tidak menyalahkan mereka
created by:
1. Jeki Bareta Silitonga
2. Maria Angelina Guy Talli
3. Tristia Arsweni Simanjuntak

